1.Analisis - sintesis perbedaan/pergeseran paradigma TP 77 dengan TP 94.
NO
|
ASPEK
PERBEDAAN
|
Teknologi
Pendidikan 1977
|
Teknologi
Pembelajaran 1994
|
KOMENTAR
|
1
2 |
DEFINISI
DOMAIN |
Teknologi
Pendidikan adalah proses kompleks yang terintegrasi meliputi orang, prosedur,
gagasan, sarana, dan organisasi untuk menganalisis masalah dan merancang,
melaksanakan, menilai, dan mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek
belajar pada manusia
Fungsi
pengelolaan pembelajaran pengembangan Komponen sistem organisasi personil Riset Desain Produksi Evaluasi Dukungan perbekalan Pemanfaatan untuk deseminasi Pesan Orang Bahan Peralatan Teknik Latar |
Teknologi
Pendidikan adalah teori dan praktek dalam desain, pengembangan, pemanfaatan,
pengelolaan, serta evaluasi proses dan sumber untuk belajar
Pengembangan Teknologi cetak Teknologi audiovisual Tek. berbasis computer Tek.terpadu Desain Desain sistem pembelajaran Desain pesan Strategi pembelajaran Karakteristik pebelajar Penilaian Analisis masalah Pengukuran acuan patokan Evaluasi formatif Evaluasi sumatif Pemanfaatan Pemanfaatan media Difusi inovasi Implementasi & institutionalisasi Kebijakan & Regulasi Pengelolaan Manaj.proyek Manaj.sumber Manaj.sistem penyampaian Manaj.informasi Teori Praktik |
perbedaan
mencolok kedua paradigma TP tahun 1977 dengan 1994 adalah:
a. Perubahan istilah teknologi pendidikan menjadi teknologi pembelajaran; b. Penekanan orientasi pada definisi tahun 1977 pada praktik, sedangkan orientasi pada definisi tahun 1994 meliputi dua bidang yaitu teori dan praktik. c. Pada definisi tahun 1977 kawasan kerja bidang teknologi pembelajaran meliputi menganalisis, merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola. Sedangkan dalam definisi tahun 1994 meliputi lima kawasan antara lain perancangan, pengembangan, penggunaan, pengelolaan, dan pengevaluasian. |
2. Kajian Buku Teknologi Pendidikan–AECT
-2008
Kawasan
Berdasarkan Definisi Teknologi Pendidikan dari AECT Tahun 2008
Definisi terbaru tahun 2008 merupakan pengembangan dari kawasan sebelumnya,
dan tiap kawasan melanjutkan perkembangannya. Definisi 2008 sudah lebih
spesifik karena menekankan pada studi & etika praktek. Berikut
definisi Teknologi Pendidikan dari AECT Tahun 2008 “Educational Technology
is the study an d ethical practice of facilitating learning and improving
performance by creating, using, and managing appropriate technological process
and resources”. Teknologi Pembelajaran adalah studi dan etika praktek untuk
memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja melalui penciptaan,
penggunaan, dan pengaturan proses dan sumber daya teknologi. (Januszewski and
Molenda, 2008: 1).
· Study : pemahaman
secara teoritis sebagaimana praktek, teknologi pendidikan, membutuhkan
pembangunan kelanjutan pengetahuan dan perbikan melalu penelitian dan
merefleksikan praktek, dimana tercakup dalam terminologi study. Studi
menujukkan pengumpulan ifnormasi dan analisis melalu konsep tradisional
penelitian
· Praktek Etis: Merupakan kegiatan yang tidak bertentangan dengan norma dan nilai yang
berhubungan dengan nilai profesi yang akan dilakukan. Seperti kode etik dalam
suatu pekerjaan. Komite Etika AECT telah aktif mendefinisikan kawasan stadar
etika dan asalkan dalam contoh kasus dimana mendiskusikan dan memahami
implikasi focus etika untuk praktek. Berdasarkan hasil
penelitian analisis tentang etika salah satu profesi teknologi pendidikan
sebagian konsultan adalah (1) being professional, (2) going maintaining
personal integrity, and (4) being willing to learn in consulting practices
above and beyond expectations, (3) (Charles Xiaoxue Wang).
Komite Etika AECT telah menjadi trend kerja untuk meningkatkan kewaspadaan
etika professional diantara anggota AECT (Yeaman et al., 2008).
Kode etik professional dari AECT
termasuk prinsip “ berniat member bantuan anggota secara individu atau kolektif
dalam memelihara hubungan professional tingkat tinggi “(Wlliver, 2001….) Di
AECT kode Etik dibedakan menjadi 3 kategori yaitu: Komiter individu, seperti
perlindungan hak untuk mendapatkan materi dan hasil untuk dilindungi
keselamatan dan kesehatan pada profesioanl; komuter pada social, seperti
kejujuran penuh pada pernytaan public berdasarkan masalah pendidikan atau adil
dan praktek yang patut dengan sumbangan pelaynana pada profesi.; dan komiter
profesi, seperti meningkatkan pengetahuan profrsioal; dan keterampilan memberikan
ketepatan kredit untuk bekerja dan publikasi ide.
· Memfasilitasi: Termasuk
desain lingkungan, mengorganisasi sumber, dan menyediakan peralatan. Peristiwa
pembelajaran dapat dilakukan diatur face-to-face atau lingkngan virtual,
sebagaimana di jarak jauh. Teknologi Pendidikan mengklaim fasilitas
pembelajaran karena mengatur pembelajaran dan dapat membantu menciptakan
lingkungan belajar lebih mudah dan dapat terjadi.
· Pembelajaran: Pembelajaran daapt dikategorikan menurut berbagai taksonomi. Langsung salah
satu dinyatakan oleh Perkins (1992). Jenis pembelajaran sederhana dalah
penyimpanan (retention) informasi. Tujuan pembelaajran dapat termasuk
pemahaman (understanding) sebagiamana penyimpanan.
· Improving: Pada Teknologi Pendidikan meningkatan performance biasanya paling perlu
satu pengakuan pada efektifitas; bahwa proses mengarah penaksiran kualitas
produk, dan produk membawa prediksi efektifitas pembelajaran, berubah dalam
kapabilitas membawa aplikasi keluar keadaan dunia nyata.
· Performance(Meningkatkan): Performance
mengcu pada kemampuan pelajar untuk menggunakan kapabilitas baru yang
diperoleh. Definisi Improving Performance berhubungan pada teknologi
kinerja manusia. Definisi ini juga menyebutkan menciptkan, memanfaatkan dan
mengelola. Menciptakan menunjukkan pada penelitian, teori dan praktek termasuk
dalam generasi materi pembelajaran, lingkungan pembelaajranm dan system belajar
mengajar yang luas dalam banyak perbedaan aturan, formal dan nonformal.
Menciptakan dapat termasuk berbagai kegiatan, tergantung pada pedekatan desain
yang digunakan. Pemanfaatan menunjukkan terori
dan praktek berhubungan dengan membawa pelajar kepada kontak dengan kondisi dan
sumber belajar. Penggunaan dimulai dengan memilih sumber dan proses yang
layak-metode dan materi, dengan kata lain selama pemilihan dilakukan oleh
pelajar atau instruktur. Pengelolaan emrupakan salah satu tanggung jawab professional
dalam kawasan teknologi pendidikan . Proses produksi media, dan pengembangan
instruksional yang menjadi semakin rumit dalam skala besar, membutuhkan
kemaampuan dan keterampilan ahli manajement proyek.
· Appropriate (yang layak): terminology ini berarti untuk mengaplikasikan proses dan sumber, penandaaan
ke pantas tidaknya dan kecocokan dengan tujuan yang diharapkan mereka.
Terminology kelayakan teknologi digunakan secara luas iternasional di kawasan
komunitas pengembangan dibandingkan alat atau praktek yang sederhana and
kebanyakan memulai pemecahan masalah.
· Technologi: merupakan terminology pendek yang menjelaskna pendekatan kegiatan manusia
berdasarkan pengertian teknologi sebagai “aplikasi sistematis atau keilmuan
atau mengorganisasi keilmuan untuk tugas praktek” (Galbraith, 1967, p12,
Janusweski and Molenda, 2008 ; 11)
· Proses: Definisi Proses sebagai seri aktivitas yang mengarah terhadap hasil khus.
Teknologi Pendidikan biasanya memakai proses khusu untuk merancang,
emngembangkan, dan memproduksi sumber belajar, digolongkan pada proses besar
pengembangan pembelajaran.
· Sumber: Banyak sumber belajar yang terpusat untuk mengidentifikasi kawasan. Sumber
adalah orang, alat, teknologui, dan desai materi untuk membantu pelajar. Sumber
dapat termasuk system ICT canggih, sumber komunikas seperti perpustakaan, kebun
binatang, museum, dam orang-orang dengan pengetahuan khusus atau expert