Senin, 18 November 2013

Analisis-sintesis perbedaan /pergeseran paradegma TP77 dengan TP94 dan Kajian buku Teknologi Pendidikan-AECT 2008

( 71053150205 -TP )

1.Analisis - sintesis perbedaan/pergeseran paradigma TP 77 dengan TP 94.

NO
ASPEK PERBEDAAN


Teknologi Pendidikan 1977
Teknologi Pembelajaran 1994
KOMENTAR
1
















2
































DEFINISI
















DOMAIN



































Teknologi Pendidikan adalah proses kompleks yang terintegrasi meliputi orang, prosedur, gagasan, sarana, dan organisasi untuk menganalisis masalah dan merancang, melaksanakan, menilai, dan mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar pada manusia



Fungsi
pengelolaan
pembelajaran
pengembangan
Komponen
sistem
organisasi
personil
Riset
Desain
Produksi
Evaluasi
Dukungan
perbekalan
Pemanfaatan
untuk deseminasi
Pesan
Orang
Bahan
Peralatan
Teknik
Latar


Teknologi Pendidikan adalah teori dan praktek dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, serta evaluasi proses dan sumber untuk belajar









Pengembangan Teknologi cetak
Teknologi
audiovisual
Tek. berbasis
computer
Tek.terpadu
Desain Desain sistem
pembelajaran
Desain pesan
Strategi
pembelajaran
Karakteristik
pebelajar
Penilaian Analisis masalah
Pengukuran acuan
patokan
Evaluasi formatif
Evaluasi sumatif
Pemanfaatan Pemanfaatan
media
Difusi inovasi
Implementasi &
institutionalisasi
Kebijakan &
Regulasi
Pengelolaan Manaj.proyek
Manaj.sumber
Manaj.sistem
penyampaian
Manaj.informasi
Teori
Praktik



perbedaan mencolok kedua paradigma TP tahun 1977 dengan 1994 adalah:
a. Perubahan istilah teknologi pendidikan menjadi teknologi pembelajaran;
b. Penekanan orientasi pada definisi tahun 1977 pada praktik, sedangkan orientasi pada definisi tahun 1994 meliputi dua bidang yaitu teori dan praktik.
c. Pada definisi tahun 1977 kawasan kerja bidang teknologi pembelajaran meliputi menganalisis, merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola. Sedangkan dalam definisi tahun 1994 meliputi lima kawasan antara lain perancangan, pengembangan, penggunaan, pengelolaan, dan pengevaluasian.



2.  Kajian  Buku  Teknologi Pendidikan–AECT -2008
     Kawasan Berdasarkan Definisi Teknologi Pendidikan dari AECT Tahun 2008
Definisi terbaru tahun 2008 merupakan pengembangan dari kawasan sebelumnya, dan tiap kawasan melanjutkan perkembangannya. Definisi 2008 sudah lebih spesifik karena menekankan pada studi & etika praktek. Berikut definisi Teknologi Pendidikan dari AECT Tahun 2008 “Educational Technology is the study an d ethical practice of facilitating learning and improving performance by creating, using, and managing appropriate technological process and resources”. Teknologi Pembelajaran adalah studi dan etika praktek untuk memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja melalui penciptaan, penggunaan, dan pengaturan proses dan sumber daya teknologi. (Januszewski and Molenda, 2008: 1).
· Study : pemahaman secara teoritis sebagaimana praktek, teknologi pendidikan, membutuhkan pembangunan kelanjutan pengetahuan dan perbikan melalu penelitian dan merefleksikan praktek, dimana tercakup dalam terminologi study. Studi menujukkan pengumpulan ifnormasi dan analisis melalu konsep tradisional penelitian
· Praktek Etis: Merupakan kegiatan yang tidak bertentangan dengan norma dan nilai yang berhubungan dengan nilai profesi yang akan dilakukan. Seperti kode etik dalam suatu pekerjaan. Komite Etika AECT telah aktif mendefinisikan kawasan stadar etika dan asalkan dalam contoh kasus dimana mendiskusikan dan memahami implikasi focus etika untuk praktek. Berdasarkan hasil penelitian analisis tentang etika salah satu profesi teknologi pendidikan sebagian konsultan adalah (1) being professional, (2) going maintaining personal integrity, and (4) being willing to learn in consulting practices above and beyond expectations, (3) (Charles Xiaoxue Wang). Komite Etika AECT telah menjadi trend kerja untuk meningkatkan kewaspadaan etika professional diantara anggota AECT (Yeaman et al., 2008).
Kode etik professional dari AECT termasuk prinsip “ berniat member bantuan anggota secara individu atau kolektif dalam memelihara hubungan professional tingkat tinggi “(Wlliver, 2001….) Di AECT kode Etik dibedakan menjadi 3 kategori yaitu: Komiter individu, seperti perlindungan hak untuk mendapatkan materi dan hasil untuk dilindungi keselamatan dan kesehatan pada profesioanl; komuter pada social, seperti kejujuran penuh pada pernytaan public berdasarkan masalah pendidikan atau adil dan praktek yang patut dengan sumbangan pelaynana pada profesi.; dan komiter profesi, seperti meningkatkan pengetahuan profrsioal; dan keterampilan memberikan ketepatan kredit untuk bekerja dan publikasi ide.
· Memfasilitasi: Termasuk desain lingkungan, mengorganisasi sumber, dan menyediakan peralatan. Peristiwa pembelajaran dapat dilakukan diatur face-to-face atau lingkngan virtual, sebagaimana di jarak jauh. Teknologi Pendidikan mengklaim fasilitas pembelajaran karena mengatur pembelajaran dan dapat membantu menciptakan lingkungan belajar lebih mudah dan dapat terjadi.
· Pembelajaran: Pembelajaran daapt dikategorikan menurut berbagai taksonomi. Langsung salah satu dinyatakan oleh Perkins (1992). Jenis pembelajaran sederhana dalah penyimpanan (retention) informasi. Tujuan pembelaajran dapat termasuk pemahaman (understanding) sebagiamana penyimpanan.
· Improving: Pada Teknologi Pendidikan meningkatan performance biasanya paling perlu satu pengakuan pada efektifitas; bahwa proses mengarah penaksiran kualitas produk, dan produk membawa prediksi efektifitas pembelajaran, berubah dalam kapabilitas membawa aplikasi keluar keadaan dunia nyata.
· Performance(Meningkatkan): Performance mengcu pada kemampuan pelajar untuk menggunakan kapabilitas baru yang diperoleh. Definisi Improving Performance berhubungan pada teknologi kinerja manusia. Definisi ini juga menyebutkan menciptkan, memanfaatkan dan mengelola. Menciptakan menunjukkan pada penelitian, teori dan praktek termasuk dalam generasi materi pembelajaran, lingkungan pembelaajranm dan system belajar mengajar yang luas dalam banyak perbedaan aturan, formal dan nonformal. Menciptakan dapat termasuk berbagai kegiatan, tergantung pada pedekatan desain yang digunakan. Pemanfaatan menunjukkan terori dan praktek berhubungan dengan membawa pelajar kepada kontak dengan kondisi dan sumber belajar. Penggunaan dimulai dengan memilih sumber dan proses yang layak-metode dan materi, dengan kata lain selama pemilihan dilakukan oleh pelajar atau instruktur. Pengelolaan emrupakan salah satu tanggung jawab professional dalam kawasan teknologi pendidikan . Proses produksi media, dan pengembangan instruksional yang menjadi semakin rumit dalam skala besar, membutuhkan kemaampuan dan keterampilan ahli manajement proyek.
· Appropriate (yang layak): terminology ini berarti untuk mengaplikasikan proses dan sumber, penandaaan ke pantas tidaknya dan kecocokan dengan tujuan yang diharapkan mereka. Terminology kelayakan teknologi digunakan secara luas iternasional di kawasan komunitas pengembangan dibandingkan alat atau praktek yang sederhana and kebanyakan memulai pemecahan masalah.
· Technologi: merupakan terminology pendek yang menjelaskna pendekatan kegiatan manusia berdasarkan pengertian teknologi sebagai “aplikasi sistematis atau keilmuan atau mengorganisasi keilmuan untuk tugas praktek” (Galbraith, 1967, p12, Janusweski and Molenda, 2008 ; 11)
· Proses: Definisi Proses sebagai seri aktivitas yang mengarah terhadap hasil khus. Teknologi Pendidikan biasanya memakai proses khusu untuk merancang, emngembangkan, dan memproduksi sumber belajar, digolongkan pada proses besar pengembangan pembelajaran.
· Sumber: Banyak sumber belajar yang terpusat untuk mengidentifikasi kawasan. Sumber adalah orang, alat, teknologui, dan desai materi untuk membantu pelajar. Sumber dapat termasuk system ICT canggih, sumber komunikas seperti perpustakaan, kebun binatang, museum, dam orang-orang dengan pengetahuan khusus atau expert

Tidak ada komentar:

Posting Komentar